Menu

Infrastruktur dalam Manajemen Sistem Informasi

March 26, 2017 - Software

Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas persona yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi.

Karena sering diasosiasikan dengan teknologi informasi, awam kerap lupa bahwa hakikat sistem informasi adalah pada protokol sistem dan fungsi yang dijalankannya. Sehingga, sebuah perangkat protokol pengelolaan data tanpa kehadiran komputer atau perangkat elektronik sekali pun dapat disebut sebagai sebuah sistem informasi. Sistem informasi dan teknologi informasi (TI) pada dasarnya adalah dua hal yang berbeda. Teknologi informasi hanyalah satu perangkat alat bantu untuk mempermudah eksekusi operasional dari sistem informasi.

Protokol merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah sistem informasi. Protokol adalah seperangkat peraturan atau prosedur untuk mengirimkan data antara satu bagian sistem ke bagian sistem yang lainnya. Agar antar bagian dalam sistem dapat mempertukarkan informasi, sebelumnya harus sudah ada aturan antar perangkat tentang bagaimana struktur informasi atau data dipertukarkan (dikirim dan diterima). Perangkat struktur data dalam protokol ini dapat meliputi, namun tak terbatas pada berbagai macam format formulir isian, format surat, model coretan atau tanda cocok, dan format print-out atau cetakan.

Ketika sebuah organisasi mengimplementasikan penggunaan teknologi informasi dalam operasional manajemen sistem informasi, sesungguhnya yang dilakukan adalah penerjemahan perangkat aturan (protokol) sistem informasi ke dalam algoritma yang dapat dipahami komputer. Proses “input dan output”-nya bertransformasi dari berbasis kertas (atau bahkan komunikasi oral) menjadi antarmuka perangkat elektronik (GUI – graphical user interface), sedangkan proses-proses keputusan prosedur administratif dilakukan melalui otomasi (automation) berdasarkan algoritma yang dipahami komputer.

Proses transformasi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut,

Infrastruktur Sistem Informasi

Bilamana sistem informasi dipandang sebagai sebuah struktur, maka ia membutuhkan seperangkat infrastruktur untuk dapat dibangun dan dijalankan. Infrastruktur adalah kebutuhan dasar fisik dan non-fisik dalam pengorganisasian sistem struktur.

Yang dapat digolongkan sebagai infrastruktur dalam sisten informasi yaitu:

  1. Operator/perangkat pelaksana (brainware)
    Sumberdaya Manusia adalah dasar primer dari sebuah organisasi, baik untuk organisasi yang menggunakan teknologi informasi maupun yang masih mengelola datanya secara manual.
  2. Perangkat keras (hardware)
    Komponen ini termasuk mesin tulis, mesin cetak, mesin-mesin klien ( PC, perangkat komputasi yang dapat dibawa ke mana-mana seperti PDA dan laptop) dan mesin server. Mesin klien kebanyakan menggunakan mikroprosesor Intel atau AMD. Pasar peranti keras komputer telah semakin pesat pada perusahaan seperti Dell, HP, IBM yang memproduksi 90 persen mesin dan produsen chip Intel, AMD.
  3. Perangkat lunak (software)
    Piranti lunak meliputi juga perangkat aturan dan budaya kerja, serta software komputer.
  4. Saluran komunikasi
    Sarana telekomunikasi analog maupun digital merupakan perangkat penghantar sinyal komunikasi melintasi jarak. Layanan telekomunikasi (terutama telekomunikasi, kabel, dan telepon perusahaan untuk jalur suara dan akses internet dikuasai oleh peranti keras jaringan adalah Cisco, Lucent, Nortel dan Juniper Networks.
  5. Pangkalan data (database)
    Pusat penyimpanan data dapat diklasifikasikan sebagai pangkalan arsip data fisik dan pangkalan data berbasis software. Ada beberapa pilihan peranti lunak manajemen bisnis data perusahaan, yang berfungsi untuk merapikan dan mengatur data perusahaan sehingga dapat diakses dan digunakan secara efisien, contohnya Microsoft (SL Server).


Bahan Pustaka